Get Help 24/7
0878 3700 9791

Blog Details

PKM Unikal Perkuat UKM Rengginang Singkong melalui Inovasi Produk dan Transformasi Digital

Pekalongan — Upaya memperkuat pelaku usaha kecil terus digencarkan oleh Universitas Pekalongan melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Tim PKM sukses melaksanakan kegiatan pendampingan intensif bagi UKM Rengginang Singkong di Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Program berlangsung dari 9 Juni hingga 20 September 2025 dengan melibatkan sekitar 20 pelaku usaha, mayoritas ibu-ibu pengrajin rengginang singkong setempat.

Program ini dipimpin oleh Ari Muhardono dan didukung melalui hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kehadiran program hibah ini menjadi bentuk nyata kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat berbasis teknologi dan inovasi.

Mengusung tema “Penguatan Daya Saing UKM Rengginang Singkong sebagai Oleh-oleh Khas Pekalongan melalui Inovasi Produk dan Digitalisasi Pemasaran”, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat daya saing produk di pasar modern.

Sebagai wujud dukungan konkret, tim PKM menyerahkan peralatan teknologi produksi seperti mesin pengupas, mesin parut, mesin peras adonan, dan mesin press kemasan untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi. Selain itu, tim juga meluncurkan platform digital berupa website profil UMKM (rengginangsingkong.com) dan website e-commerce (shop.rengginangsingkong.com). Kehadiran dua platform ini diharapkan menjadi sarana branding dan pemasaran online yang efektif, mempermudah konsumen mengakses produk, serta memperluas pasar.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pelatihan dari para narasumber berpengalaman. Ari Muhardono memberikan pelatihan pengelolaan website dan strategi pemasaran digital melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook untuk membangun brand awareness. Danang Satrio membawakan materi strategi pemasaran kreatif, konten promosi visual, dan pengembangan inovasi produk. Daru Anggara Murty mengajarkan desain kemasan modern dengan label full color serta pemanfaatan marketplace Shopee. Tak ketinggalan, pemateri eksternal dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pekalongan memberikan pembekalan mengenai legalitas usaha (PIRT) agar produk semakin dipercaya dan siap bersaing di pasar modern maupun pusat oleh-oleh.

Ketua PKM Ari Muhardono menjelaskan bahwa program ini merupakan pondasi penting bagi pengembangan usaha mitra. “Pendampingan ini bukan hanya pelatihan sesaat, tapi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan UKM. Kami ingin pelaku usaha memiliki keterampilan digital, legalitas usaha, dan branding yang kuat agar mereka siap menghadapi pasar digital dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Mitra Isnah Karimah mengungkapkan rasa terima kasihnya atas terlaksananya program tersebut. “Sebelum ada program ini, kami hanya mengandalkan penjualan di pasar tradisional. Sekarang, kami punya kemasan modern, website resmi, dan media sosial untuk promosi. Ini menjadi langkah besar untuk memperluas pasar dan membuat produk kami lebih dikenal,” ungkapnya.

Melalui dukungan hibah pemerintah dari Ditjen Diktiristek, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan produktivitas UKM Rengginang Singkong serta menunjukkan sinergi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan UMKM yang mandiri, inovatif, dan tangguh di era digital.

Facebook
Twitter
Threads
WhatsApp